Tokoh Wayang golongan Ksatria
Tokoh Wayang golongan Ksatria
- Werkudara atau Bima, satria dari Jodipati, putra Pandu dengan Dewi Kunthi yang kedua. Senjata andalannya adalah Gada Rujak Pala dan kukujari yang sangat tajam yang dinamakan Pancanaka. Kepada siapa pun dia berbicara dengan ngoko, bertubuh besar, berotot, sangat menjunjung tinggi kejujuran. Mempunyai dua istri yaitu Dewi Nagagini dan Dewi Arimbi. Dengan Dewi Nagagini berputra Antasena, dengan Dewi Arimbi berputra Gathutkaca.
- Janaka, satria dari Madukara, putra dari Pandu dengan Dewi Kunthi sebagai panengahing Pandawa. Dia bertubuh ramping, berparas rupawan, berhati lembut, berkemauan baja, dan petarung yang sangat tangguh di medan laga.
- Nakula, satria dari Bumi Retawu, saudara kembar Sadewa putra dari Pandu dengan Dewi Madrim.
- Sadewa, satria dari Sawojajar putra dari Pandu dan Dewi Madrim.
- Gathutkaca, putra Werkudara dengan Dewi Arimbi satria dari Pringgodani. Kesaktiannya adalah bisa terbang dengan kutang Anta Kusuma. Dalam perang Baratayuda dia gugur akibat senjata Adipati Karna yang sekaligus adalah pamannya.
- Anoman, satria dari Kendalisada, kera putih utusan Rama untuk menemui Sinta.
- Abimanyu, satria dari Plangkawati putra Arjuna dengan Sembadra, satu-satunya pewaris sahnya, karena Srikandi tidak punya anak. Abimanyu mempunyai dua istri yaitu Dewi Sitisundari putri Kresna dan Utari putri Wirata. Abimanyu dan Utari mempunyai anak bernama Parikesit. Dia orang yang sangat lembut, rupawan, menjunjung kesopanan, dan sangat gagah berani.
- Antareja, satria dari Jangkar Bumi putra Werkudara.
- Antasena, satria dari Sapta Baruna putra Werkudara.
- Aswatama, satria dari Sokalima putra dari Pendeta Durna dengan Dewi Wilutama. Para dewa telah menggariskan dia tak akan gugur di medan perang, ditakdirkan untuk membalas dendam pada Pandawa atas kematian ayahnya. Saat perang Baratayuda berakhir, tengah malam Aswatama masuk ke perkemahan Pandawa dan membunuh Banowati, Drestajumena, Srikandi, dan Pancawala saat mereka tertidur pulas.
- Dursasana, satria dari Banjarjumput, saudara Suyudana. Putra kedua dari sembilan puluh sembilan Kurawa bersaudara. Dia sangat kejam, congkak, perilakunya tidak baik, dia musuh utama Werkudara. Di medan pertempuran Dursasana termasuk petarung yang gagah berani, hanya Werkudaralah yang dapat mengalahkannya.
- Kumbakarna, satria dari Panglebur Gangsa adik Rahwana. Kumbakarna gugur mempertahankan negerinya, dia tidak mau menelantarkan kakaknya, Rahwana, meskipun dia tahu Rahwana dipihak yang salah. Yang dibela bukan perbuatan Rahwana tetapi negaranya dari bala tentara Rama. Kumbakarna raksasa yang sangat besar, wajahnya merah, hidung mencongak besar, mata membelalak, badan berbulu, bertaring. Dia sangat terkenal suka makan dan tidur.
- Lesmana Mandra Kumara, satria dari Saroja Binangun. Dia adalah putra satu-satunya Suyudana dan Banowati. Lesmana mempunyai sifat yang tidak baik, yakni pengecut, sombong, mau menang sendiri, manja, dan lemah. Di dalam hidupnya yang dipikirkan hanya makan dan perempuan. Lesmana gugur di medan pertempuran saat melawan Abimanyu.
- Samba, satria dari Parang Garuda, Putra Kresna.
- Setyaki, sama dari Lesanpura saudara sepupu Pandawa. Dia sangat dipercaya oleh Kresna. Meskipun tubuhnya kecil namun dia memiliki kesaktian yang luar biasa. Dalam perang Baratayuda dia tanding dengan Burisrawa seorang raksasa dari Kurawa.
- Bambang Irawan, satria dari Yasarata.
- Kartamarma, satria dari Tirta Tinalang.
- Burisrawa, merupakan pengikut Kurawa yang terkenal. Dia adalah putra sulung Prabu Salya. Dia jatuh cinta pada Sembadra istri Arjuna. Dia bersumpah tidak akan mendekati wanita lain selain Sembadra.
- Setyaka, satria dari Tambak Mas.
- Jayadrata adalah satria yang misterius. Saat Werkudara lahir, ari-arinya dibuang, yang kemudian ditemu oleh pertapa yang bernama Begawan Sapwani. Ari-ari tersebut didoakan akhirnya menjadi seorang laki-laki dengan nama Jayadrata. Oleh Sengkuni yang licik, Jayadrata dibujuk agar mau membantu Kurawa untuk melawan Pandawa. Di Astina Jayadrata dikawinkan dengan Dewi Dursilawati, saudara perempuan Suyudana. Dalam perang Baratayuda dia berhasil membunuh Abimanyu, tetapi akhirnya dia pun gugur oleh Arjuna. Jayadrata mempunyai sifat yang hampir sama dengan Werkudara yakni jujur, setia, dan selalu terus terang dalam setiap tindakannya.




















Komentar
Posting Komentar